Assalamualaikum, salam sehat untuk kita semua
Gimana kabarnya teman-teman ruang ilmu? Semoga kita
semua senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas
kita. Aaamiin
Kali ini, kita bertemu kembali di blog Ruang Ilmu,
tempat bertemu untuk berbagi ilmu. Di pertemuan sebelumnya kita sama-sama telah
membahas mengenai model pembelajaran disrupsi inovasi melalui pembelajaran
digital. Seperti yang sudah kita bahas pada minggu lalu, perkembangan teknologi memberikan
pengaruh yang sangat besar dalam dunia pendidikan. Ada banyak sekali
kemudahan-kemudahan yang ditawarkan dalam melaksanakan proses pembelajaran
berbasis digital dengan bantuan teknologi.
Di pertemuan kali ini, masih bersama Bapak Dr. Drs.
Syamsurizal, M.Si, pada mata kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains, kita
sama-sama mengupas materi mengenai desain model pembelajaran kolaboratif berbasis
keterampilan berpikir kritis dalam bidang sains. Sebelum membahas lebih lanjut,
kira-kira apakah teman-teman sudah tau mengenai apa aitu kemampuan berpikir
kritis?
Pada abad 21 ini, kemampuan berpikir kritis sangat
diperlukan dalam berbagai hal, maka dari itu kemampuan ini perlu di asah dengan
sebaik mungkin, salah satunya adalah dengan proses pembelajaran yang mengacu
pada aktivitas-aktivitas yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan
berpikir siswa. Pesatnya arus informasi di masa sekarang, menuntut kita untuk
dapat memiliki kemampuan untuk memahami, menganalisis, mengevaluasi dan merefleksikan
informasi yang diperoleh sebelum memastikan informasi yang tepat untuk
mengambil keputusan. Keterampilan berpikir kritis yang di
abad-21 erat kaitannya dengan 4 pilar kehidupan menurut UNESCO yang menyangkut
“learning to know (belajar mengetahui), learning to do (belajar melakukan),
learning to be (belajar menjadi sesuatu) dan learning to live together (belajar
menjadi hidup bersama)”.
Untuk lebih jelasnya, yuk sama-sama simak penjelasan
pada video berikut:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar