Rabu, 13 Desember 2023

UAS Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains. Model PBL: Aplikasi Model Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi Inovasi dan Analisis Praktis Kelemahan Model-model Pembelajaran: Kooperatif, Kuantum dan Kolaboratif

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bertemu lagi dengan saya Puji Rizky Widyaningsih, mahasiswi Magister Pendidikan IPA. Berikut merupakan 2 vidio mengenai Aplikasi Model Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi Inovasi Dan Analisis Praktis Beserta Kelemahan Model-Model Pembelajaran Kooperatif, Kuantum Dan Kolaboratif sebagai tugas UAS Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains.

Video 1 Model PBL: Aplikasi Model Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi Inovasi


Video 2: Analisis Praktis Kelemahan Model-Model Pembelajaran: Kooperatif, Kuantum Dan Kolaboratif)



A.  Buatlah video singkat aplikasi model pembelajaran sains berbasis disrupsi inovasi melalui tutor sebaya

Penjelasan:

Pembelajaran Era Disrupsi Inovasi ini melatih siswa untuk memiliki kemampuan 4C (creative thingking, critical thingking, collaboration dan communication). Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan yaitu Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran inovatif. Model pembelajaran ini dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa dimana siswa terlibat untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah. Dengan demikian, siswa akan dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah.

 

Langkah-langkah Model Problem Based Learning (PBL):

1.      Kegiatan Pembuka

-          Guru mengucapkan salam

-          Berdoa sebelum memulai pembelajaran

-          Guru menanyakan kabar siswa

-          Guru mengajak siswa untuk melakukan ice breaking dan memotivasi siswa

-          Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari 

2.      Kegiatan Inti

-          Orientasi siswa pada masalah

-          Mengorganisasi siswa untuk belajar

-          Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok

-          Mengembangkan dan menyajikan hasil

-          Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 

3.      Kegiatan Penutup

-        Peserta didik dibimbing oleh guru untuk merefleksikan seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan 

-          Guru memberikan refleksi kepada siswa berupa pemberian pertanyaan

 

 B.      Analisis Praktis Kelemahan Model-model Pembelajaran: Kooperatif, Kuantum dan Kolaboratif

1.      Model Kooperatif


    Model pembelajaran kooperatif adalah metode pembelajaran yang menekankan keterlibatan semua peserta didik melalui kegiatan diskusi kelompok kecil. Kelompok kecil tersebut terdiri dari beberapa peserta didik yang kemampuan berbeda. Dalam pembelajaran kooperatif, siswa saling membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang ditugaskan dan biasa disebut sebagai pembelajaran gotong royong. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah membentuk peserta didik menjadi pribadi yang lebih kuat dan peduli pada sesama, menciptakan keaktifan serta keterlibatan semua peserta didik dalam pembelajaran, meningkatkan nilai akademik pembelajaran melalui kerja sama dalam kelompok, dan mengembangkan kepekaan sosial peserta didik.

Beberapa kelemahan dari penerapan model pembelajaran kooperatif antara lain:

-  Membutuhkan waktu yang lama dalam perencanaan dan penerapannya guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang dan membutuhkan banyak tenaga

-        Membutuhkan fasilitas, alat dan bahan yang memadai

-        Kesulitan membentuk kelompok yang solid

-        Siswa yang lebih banyak mengobrol daripada fokus mengerjakan tugas,

-       Kurang cocok untuk siswa yang kurang aktif.

-       Kesulitan menilai siswa sebagai individu

-       Memerlukan keterampilan khusus dalam mengelola kelompok agar tujuan pembelajaran   tercapai

 

2.      Model Kuantum

 Model Quantum Learnig merupakan salah satu model pmbelajaran yang dilakukan dengan lingkungan belajar yang menyenangkan akan mampu menggabungkan rasa percaya diri, keterampilan belajar, dan keterampilan berkomunikasi. Adapun tujuan dari pembelajaran kuantum (quantum learning) yaitu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menciptakan proses belajar yang menyenangkan, menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak, membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir serta membantu mempercepat dalam pembelajaran.

Beberapa kelemahan dari penerapan model pembelajaran kuantum antara lain:

-          Memerlukan persiapan yang matang bagi guru dan lingkungan yang mendukung.

-          Memerlukan fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai

-          Model ini dapat membuat ketidakteraturan di dalam kelas

-          Memerlukan waktu yang lama dalam pelaksanaannya

-          Kurang dapat mengontrol siswa

 

3.      Model Kolaboratif

Pembelajaran kolaboratif adalah model pembelajaran yang mempengaruhi peserta didik bekerja sama dalam kelompok kecil untuk menuju tujuan bersama.

Beberapa kelemahan dari penerapan model pembelajaran kuantum antara lain:

-    Memerlukan pengelolaan waktu yang efektif agar semua siswa dapat berkontribusi secara merata.

-  Diperlukan pemahaman yang kuat tentang dinamika sosial dan kemampuan untuk memfasilitasi kolaborasi antar siswa.

-         Memerlukan infrastruktur dan jaringan teknologi informasi komunikasi yang stabil, efisien

-       Memerlukan pengawasan yang baik dari guru, karena jika tidak dilakukan pengawasan yang baik, maka proses kolaboratif dapat terganggu

-   Tidak semua aspek pembelajaran dapat terlaksana dengan baik, sehingga perlu perhatian khusus dalam memastikan semua aspek tercakup dengan baik

-          Ada kecenderungan mencontoh pekerjaan orang lain

-          Memakan waktu yang cukup lama

-          Sulitnya mendapat teman yang dapat bekerja sama

-     Ada kemungkinan peserta didik kurang aktif dalam kerja kelompok, terutama ketika topik yang diberikan pada masing-masing kelompok berbeda, sehingga dikhawatirkan peserta didik tidak bisa memahami dengan baik

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi kelemahan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif, kuantum, dan kolaboratif dapat bervariasi, namun beberapa faktor umum meliputi:

a.  Monitoring Kelompok adalah Pastikan untuk secara aktif memantau dinamika  kelompok. Jika ada ketidaksetaraan kontribusi, intervensi diperlukan.

b.   Pemilihan Materi yang Tepat adalah Pastikan materi pembelajaran sesuai dengan tingkat pemahaman semua anggota kelompok, agar tidak ada yang merasa tertinggal.

c. Pengelolaan Waktu adalah Perhatikan pengelolaan waktu dalam sesi kooperatif, kuantum, dan kolaborasi. Pastikan kegiatan tidak terlalu lama atau terlalu singkat sehingga menciptakan ketidaknyamanan.

d.  Fasilitasi Aktivitas Kelompok adalah Bantu kelompok dalam merencanakan dan melaksanakan tugas mereka. Fasilitasi diskusi dan pastikan semua anggota terlibat aktif.

e. Evaluasi Individual Selain penilaian kelompok, pertimbangkan juga penilaian individu untuk memahami kontribusi masing-masing siswa.

f. Pelatihan Keterampilan Sosial adalah  Berikan panduan atau pelatihan keterampilan sosial kepada siswa agar mereka dapat berkomunikasi dan bekerja sama dengan efektif.

g. Variasi Model Pembelajaran adalah Gabungkan model pembelajaran kooperatif dengan model lain untuk memastikan variasi dan memenuhi kebutuhan belajar yang beragam

h. Refleksi dan Umpan Balik adalah Anjurkan refleksi kelompok secara berkala dan berikan umpan balik konstruktif untuk perbaikan.

i. Keterlibatan Orang Tua adalah Melibatkan orang tua dalam mendukung kegiatan pembelajaran kooperatif, kuantum dan kolaborasi dapat membantu mendukung keberhasilan siswa.


Semoga bermanfaat:)

Anggota Kelompok 3:

Elda Meitafia (P2A523002)

Puji Rizky Widyaningsih (P2A523007)

Laila Fitria (P2A523015)

Sabila Eka Septi (P2A523019)

Istiqomah (P2A523027)

a. 





UAS Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains. Model PBL: Aplikasi Model Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi Inovasi dan Analisis Praktis Kelemahan Model-model Pembelajaran: Kooperatif, Kuantum dan Kolaboratif

  Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Bertemu lagi dengan saya Puji Rizky Widyaningsih, mahasiswi Magister Pendidikan IPA. Berikut m...