Sabtu, 16 September 2023

Analisis Penerapan Model NHT dalam Pembelajaran

Assalamualaikum Wr. Wb

Halo teman belajar, bertemu lagi bersama saya di blog ruang ilmu. Di pertemuan sebelumnya, kita sudah  membahas mengenai jenis-jenis model pembelajaran kooperatif, yang salah satunya adalah Number Head Together atau yang biasa dikenal dengan singkatan NHT.

Pada tulisan kali ini, kita akan sama-sama memperdalam mengenai model Number Head Together. Model ini merupakan suatu model pembelajaran berkelompok yang setiap anggota kelompoknya bertanggung jawab atas tugas kelompoknya, sehingga tidak ada pemisah antara siswa yang satu dan siswa yang lain dalam satu kelompok untuk saling memberi dan menerima. Model NHT ini terdiri dari beberapa fase, yang diantaranya sebagai berikut:

1. Penomoran

2. Mengajukan Pertanyaan

3. Berpikir Bersama

4. Menjawab

Untuk lebih jelasnya, mari sama-sama kita simak vidio penerapan model NHT dalam pembelajaran beserta analisis kekurangan dan solusi yang dapat diberikan terhadap permasalahan yang ditemukan.

Vidio ini disusun oleh:

Kamisah (P2A523001)

Romi Dwi Putra Efendi (P2A523006)

Puji Rizky Widyaningsih (P2A523007)

Elsa Berlia (P2A523009)

Ahmad Mansur Nawahdani (P2A523018)

Della Oktivia Armitha (P2A523025)

Eiby Lismayani (P2A523026)


Happy Watching


Vidio Penerapan Model NHT dalam Pembelajaran


Vidio Analisis Penerapan Model NHT dalam Pembelajaran







Rabu, 13 September 2023

Refleksi 2 (Pembelajaran Kooperatif)

Assalamualaikum Wr. Wb

Halo teman belajar, bagaimana kabarnya? Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Kali ini kita bertemu kembali di blog ruang ilmu. Ruang untuk saling belajar dan bertukar pikiran terkait model-model pembelajaran. Minggu lalu, kita sudah sama-sama membahas mengenai perkembangan teknologi dan pengaruhnya terhadap kemampuan bersosialisasi dalam pembelajaran, serta pembelajaran kooperatif sebagai salah satu solusi untuk menghadapi permasalahan tersebut.

Di pertemuan kali ini, pada mata kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains, bersama Bapak Dr. Drs Syamsurizal, M.Si, kami mengkaji dan memperdalam mengenai pembelejaran kooperatif, mulai dari prinsip penting, manfaat bagi siswa hingga peran guru dalam proses pembelajaran.

Untuk lebih jelas, mari sama-sama kita simak penjelasan berikut

Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa prinsip penting, yang diantaranya sebagai berikut:

1. Positive Interpedence

Positive interpedence merupakan keadaan dimana siswa saling melengkapi dan saling mengkritisi satu sama lain

2. Individual Countability

Memiliki tanggung jawab (setiap anggota kelompok memiliki kontribusi pada suatu kelompok belajar)

3. Group Processing

Merefleksi/mengkritisi kesepakatan bersama, melihat kekurangan dan kelebihan dari hasil diskusi dan sama-sama mencari solusi atas kekurangan tersebut

4. Interpersonal and Social Skills

Siswa mampu bekerja sama dalam kelompok, saling mempercayai satu sama lain, mampu menyelesaikan permasalahan secara bersama untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

5. Promotive Interaction

Interaksi yang saling menghargai, menerima kekurangan dan kelebihan teman dan menghargai pikiran dan hasil kerja teman.

Adapun manfaat dari pembelajaran kooperatif untuk siswa adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan kemandirian belajar siswa

2. Diberikan kebebasan untuk berpendapat atau mengutarakan gagasan

3. Memperkuat rasa percaya diri

4. Mempermudah transfer pengetahuan

5. Memiliki kemampuan argumentasi yang kuat

6. Menjadi lebih produktif (ada interaksi yang terjadi)

7. Tercapai kesuksesan belajar yang diharapkan

Dalam penerapan pembelajaran kooperatif, ada beberapa hal yang perlu disiapkan oleh guru, yang diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Guru perlu memastikan terlebih dahulu apakah masing-masing siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik

b. Dapat mengindentifikasi karakter siswa yang akan dibentuk ke dalam kelompok

c. Menentukan sumber atau bahan ajar

Pembelajaran kooperatif dipercaya dapat mengembangkan kemampuan bersosial peserta didik, untuk penerapan hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Memberikan pandangan-pandangan kepada siswa atau mengarahkan siswa dalam belajar dengan cara tidak langsung memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan siswa atau dengan kata lain menumbuhkan rasa ingin tau siswa melalui identifikasi dan diskusi bersama teman-temannya.

b. Belajar untuk saling mendengarkan

c. Aktif dalam menawarkan bantuan kepada teman


Minggu, 03 September 2023

Refleksi 1 Perkuliahan Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains

Assalamualaikum, selamat siang

Salam sehat untuk kita semua

Perkenalkan, saya Puji Rizky Widyaningsih, saya merupakan mahasiswa Magister Pendidikan IPA Universitas Jambi angkatan 2023. 

Baik teman-teman, langsung saja izinkan saya untuk menuliskan hasil refleksi perkuliahan model dan evaluasi pembelajaran sains bersama Bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si pada pertemuan pertama.

Di pertemuan pertama ini, kami membahas model pembelajaran, yang mana sebagai pengantar perkuliahan kami membahas mengenai perkembangan teknologi dan model kooperatif

Di era saat ini, hampir semua manusia bergantung terhadap teknologi. Hal ini menjadikan teknologi sebagai kebutuhan setiap orang. Dari anak-anak sampai orang dewasa, para ahli hingga orang awam mengandalkan teknologi sebagai kebutuhan sehari-harinya. Banyak orang yang mengatakan bahwa teknologi sudah menjadi separuh bagian dari hidupnya.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat ini tentunya membawa pengaruh terhadap dunia pendidikan. Secara tidak langsung, tuntutan global menuntut dunia pendidikan untuk selalu dapat menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap peningkatan mutu pendidikan. Dalam dunia pendidikan, teknologi memiliki peran dalam proses pembelajaran, yaitu memfasilitasi terbentuknya interaksi secara kolaboratif dan membangun makna dalam konteks yang lebih dapat dipahami secara bermakna. Kemampuan interaksi secara kolaboratif tersebut dapat di tumbuhkan melalui proses pembelajaran kooperatif, sehingga mendorong siswa untuk mampu berkolaborasi dengan orang lain dengan perbedaan kemampuan yang mereka miliki dan belajar keterampilan sosial melalui koordinasi penyelesaian tugas bersama teman.

Lalu, apakah teman-teman semua sudah tau apa yang dimaksud dengan pembelajaran kooperatif?

Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan siswa melalui kegiatan diskusi kelompok kecil. Kelompok kecil tersebut terdiri dari beberapa peserta didik dengan kemampuan yang berbeda-beda. Pembelajaran kooperatif ini bertujuan untuk meningkatkan nilai akademik pembelajaran melalui kerja sama kelompok, membentuk peserta didik menjadi pribadi yang peduli pada sesama serta menciptakan keaktifan dan keterlibatan semua peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, terdapat beberapa variasi model yang dapat diterapkan, diantaranya: (a) Jigsaw, (b) Think-Pair-Share, (c) STAD (Student Team Achievment Division), (d) Group Investigation, (d) Team Game Turnament, (e) Number Head Together, (f) Two Stay Two Stray, (g) Make a Match. 

UAS Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains. Model PBL: Aplikasi Model Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi Inovasi dan Analisis Praktis Kelemahan Model-model Pembelajaran: Kooperatif, Kuantum dan Kolaboratif

  Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Bertemu lagi dengan saya Puji Rizky Widyaningsih, mahasiswi Magister Pendidikan IPA. Berikut m...